Kisah berjalan

Jika ingin mengenali diri sendiri,  pergi lah berjalanlah seorang diri… 

Saat berjalan,  tenggok lah sekitar. Ntah mengapa,  hal-hal yang berbeda yang dirasa menarik. 

Tidak juga semakin jauh berjalan akan semakin mudah meninggalkan apa yang di belakang. Permainan hati susah juga untuk diramalkan.

Jauh dekat perjalanan hakekatnya bukan dalam satuan kilometer,  kita yang akan tentukan. 

Saat disudahi apa yang mau dibawa,  apa yang mau ditinggalkan kita yang akan pilih. 

Pilih lah… 

Akankah sia-sia? 

Namun, sejak kapankah suatu perjalanan itu akan sia-sia?? 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s