Ini masih sangat awal

Sarapan pagi ini ada nasi kerabu,  bubur,  dan berbagai makanan lainnya..  Dominan makanan disini adalah ikan..  Ada abon ikan, pudu ikan dan jenis ikan lainnya yang jadi bagian dari makanan..
Kemungkinan kayak makanan di Bangka 😅😅

Setelah itu,  kami disuruh kakek untuk melipat undangan sekitar 1000 an untuk mengundang makan anak yatim di mesjid..  Kalau diliat cuma tahu jam berapa,  sama cp nya aja..  Hahha. Setelah pulang belanja, packing untuk set anak – anak kami bertolak ke Foundation of Education hi hand Human Resource Development …. O iya ini NGO bukan partai…  Karena untuk partai sendiri tidak ada orang Selatan Thailand yang pernah menjabat walaupun ada beberapa anggota parlemen tapi tetap ketua partai memegang peranan. Jadi,  partai itu penting untuk
Ini merupakan yayasan mandiri yang berfokus untuk menjaga anak-anak yatim untuk pendidikan dan kehidupan mereka..  Selain pendidikan agama Islam dan terkadang bantuan bencana banjir yang terjadi. Bahasa Melayu sini sebenarnya kalau diperhatikan juga campuran bahasa Minang dan Palembang tapi logat Aceh..  Haha binggung la..  Rasa gitu la… Tapi setidaknya  70% paham la.. #melayunyaaja
Tapi saat saya yang ngomong mereka tidak begitu paham..  Haha… 😅

Disini abe Mail menceritakan tentang gejolak yang pernah terjadi di Selatan Thailand tepat di Yala ini..  Tapi sebenarnya gak kata “pernah”  juga karena sampai sekarang juga masih ada..
Tapi kendala untuk publish susah karena takut,  media juga kurang ada dan orang orang tua dulu justru gak bisa bahasa Siam..  Ada momennya Abe Mail ini terlihat berkaca – kaca saat bercerita.
Pertanyaan mengenai bahasa Melayu dijawab kebanyakan disini bisa ngomong gak bisa baca dan tulis..  Namun,  kebijakan MAE membuat akhirnya pihak kerajaan bingung dan didukung oleh parlemen untuk mempelajari bahasa Melayu.
Yala ini merupakan Pusat pendidikan di Selatan Thailand banyak University disini..

Sebelum diakhiri percakapan,  Abe Ismail berkata disini gak kayak Korea, Jepang yang jika pejabat salah mereka berani undur diri…  Disambut dengan kata.. – – > Malaysia sama juga …  Indonesia juga gitu juga…  Hahhaha…
Iya la kita serumpun sama aja seperti adek beradek kalau gitu…
Hahhaha…
cara terbaik menyenangkan hati sendiri dengan tertawa bersama

Kemudian diserahkan bantuan untuk FERDH

Selanjutnya pulang lagi kedai yatim untuk makanan siang,  yang dijual disana seperti bakso namun dengan banyak varian mie yang banyak dan bisa dipilih.  Bakso nya bakso ikan,  nanti ditambahkan irisan daging sapi atau ayam.

Kemudian berkemas untuk pindah lokasi namun sebelumnya berkunjung ke beberapa rumah yang menjadi tanggungan FEHRD.  Perjalanan dilanjutkan ke Patani..

Secara umum, Yala ini dari segi tata kota udah memang kota. Bentuk rumah berbentuk rumah Indonesia pada umumnya namun ada khas di pagar atau atap yang menunjukkan kalau kita lagi disana. Untuk Mobil disini juga keren –  keren walaupun kota yang gak terlalu besar banyak lalu lalang walaupun untuk public transport nya ntah kayak mana apalagi truknya..

Ok,  bye Yala..
Kop Kun
Semoga ada jalan kesini lagi..
Hope Allah Bless Us
– Mayang –

image

image

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s