Selamat Jalan Sang Pejuang, Mas Andips

Pagi ini, seperti biasa bangun tidur melihat HP… tapi ada yang tak biasa di pagi ini… Ada SMS dari seorang relawan yang dulu sama aksi di Aceh, Kang Idonk…, yang memberi info bahwa Mas Andips telah mendahului kita semua… dipanggil Allah yang Maha Kuasa…

Innalillahi wainna ilaihi rojiun….

memang benar ajal adalah hak Allah, rahasia Allah. Beliau tewas dalam kecelakaan motor sepulang dari kantor, begitu informasi yang saya terima

Mengenang mas andips.. tentu tidak terlepas dari keluarga besar Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Pertama kali mengenal beliau, saat aksi di Sinabung.. Saat itu saya sendirian ke Berastagi dengan menggunakan bis Sinabung. Berhenti di Tugu Berastagi dan menghubungi Kang Adink yang ternyata sedang aksi ke daerah-daerah atas sehingga sinyal susah untuk dihubungi. Kemudian saya menghubungi Om Fai yang berada di Jakarta untuk menanyakan siapa lagi yang bisa saya hubungi dan dari beliau saya memperoleh nomor Mas Andika. Tak beberapa lama, datanglah Mas Andika yang berjalan kaki dari posko untuk menjemput saya untuk ke posko …

Setiap aksi bersama ACT, atau orang-orang ACT tentunya punya kesan tersendiri… Begitu juga dengan mas andips ini yang juga saya anggap sebagai senior, suhu, guru saya dalam dunia kemanusian

Dari sekian ilmu, pengalaman, nasehat yang ia berikan teringat saat itu ia menasehati saya tentang pernikahan… Aaaih, memang ada beberapa suhu yang suka memberikan nasehat ini kepada saya..  :)

Teringat kisah yang diberikannya, saat ia melamar istrinya ke Jambi. Banyak kisah yang menarik yang ia simpulkan jika memang sudah diberkahi Allah, Insya Allah semua akan dipermudah oleh – Nya. Saat menulis ini saya berdoa, semoga keluarga Mas Andips sabar dan tabah menghadapi ujian ini…. Selain itu, ia juga bercerita mengenai anak-anaknya yang lucu-lucu dengan beberbagai macam perangainya😀

Tidak beberapa lama di Berastagi, bertemu kembali di aksi berikutnya saat Erupsi Kelud. Beliau, sering “mengetes” saya dengan berbicara bahasa Inggris karena tahu saya juga sedang kursus di kampung Inggris. Tidak beberapa lama di Pare, bertemu saat singah sebentar ke Ciputat dengan membawa titipan kwitansi dokter saat aksi kesehatan yang masih kurang.

Lama tidak bertemu, hanya pernah melihat saat itu di televisi, saat beliau dan rombongan berangkat ke Gaza. Untuk kiprah internasional beliau juga membuat decak kagum….

Namun, tidak beberapa lama sebelum ini beliau berangkat ke Lhouksmawe, namun pada saat itu saya tidak berkesempatan untuk kesana… Beberapa hari yang lalu, saya juga masih membaca komentar beliau di group hingga hari ini saat menerima SMS saya masih belum percaya. Namun, saat aktifin internet by wifi di kampus banyak informasi di wa, facebook mengenai beliau.

Ok …….

Hanya doa untuk beliau yang bisa dikirim dari Padang, Selamat jalan mas Andips, surga Allah menantimu… Selamat jalan Pejuang Kemanusian, banyak ilmu yang engkau berikan…..

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s